Blog Informasi Tentang Dunia Percetakan & Digital Printing

TIPS AGAR DESAIN TIDAK PECAH ATAU BLUR PADA SAAT DICETAK

TIPS AGAR DESAIN TIDAK PECAH ATAU BLUR PADA SAAT DICETAK


Desain yang baik pada umumnya memiliki beberapa kriteria, diantaranya yaitu ukuran yang proporsional, pewarnaan yang pas, menarik perhatian serta isi pesan dapat tersampaikan dengan baik. Akan tetapi, terkadang ada hal yang terlewatkan salah satunya pada proses finishing dan package hasil desain, dalam hal ini dinamakan export file. Export file berarti menyiapkan output dari hasil desain tersebut untuk disimpan atau disave dalam format tertentu seperti jpg, png, tiff atau lainnya, sehingga file tersebut dapat digunakan baik untuk publikasi di website, media sosial ataupun untuk dicetak pada banyak media. Adapun hasil export file tersebut dapat menentukan baik atau tidaknya kualitas gambar pada saat dicetak, jika kurang teliti berhati-hatilah karena hasil cetak akan blur dan pecah. Hal tersebut akan sangat merugikan, dan yang paling fatal adalah isi dari produk cetak tersebut tidak terlihat sehingga pesan yang ditujukan tidak sampai kepada publik, sebut saja untuk produk cetak banner atau spanduk. Baiklah, berikut beberapa tips agar desain tidak pecah atau blur pada saat dicetak.

Pastikan menggunakan software desain grafis
Hal yang paling dasar adalah, kita harus pastikan desain tersebut dibuat dengan menggunakan software desain grafis. 

Untuk lebih lanjutnya ada baiknya anda mengenal MACAM-MACAM SOFTWARE DESAIN

Terkadang, masih banyak yang belum mengetahui hal ini. Sehingga dalam beberapa kasus masih ada yang mendesain dengan menggunakan software microsoft office, microsoft excel, paint, atau bahkan aplikasi editor ponsel android. Dengan meggunakan software yang tidak tepat, kualitas gambar yang dihasilkan tentu akan pecah karena software tersebut digunakan bukan pada fungsinya, seperti program ms office yang disiapkan khusus untuk pekerjaan kantor seperti mengetik, bukan untuk mendesain gambar.

Pastikan ukuran dan resolusi diatur dengan baik
Setelah kita mengetahui software yang tepat, diperlukan pengaturan file yang tepat pula. Ukuran file dan resolusi yang benar akan menjadikan hasil cetak bagus dan jelas. Sebagai contoh, jika si A akan membuat desain spanduk dengan ukuran 3 x 2 M atau 300 x 200 CM, buatlah ukuran kanvas pada aplikasi sesuai dengan ukuran cetak tetapi resolusi cukup 72-100 pixel/inch, bukan pixel/centimeter karena akan membuat area kerja berat. Jika perangkat anda kurang memadai silahkan menggunakan skala perbandingan menjadi 30 x 20 CM tetapi resolusi dibuat besar menjadi 300 pixel/inch. Intinya adalah pintar-pintar dalam menghitung dan menyesuaikan perangkat yang digunakan.

Pastikan resolusi gambar atau foto itu memiliki resolusi besar
Selain mengatur area desain, pastikan gambar atau foto yang dimasukan atau diinsert kedalam desain itu memiliki resolusi yang besar, seperti logo, foto atau apapun yang memiliki format file bitmap, gambar tersebut baiknya kurang lebih berukuran 1000 pixel atau lebih. Karena walaupun ukuran kanvas atau area desain sudah besar jika resolusi gambar bitmap tersebut kecil pastilah hasil cetak akan blur atau bahkan pecah. Usahakan jika memasukan logo, grafik atau lainnya itu berjenis vector sehingga tidak akan pecah pada saat dicetak, terkecuali foto.

Pastikan gambar sebelum dicetak tidak pecah
Untuk memastikan desain pecah atau tidak, ada baiknya desain tersebut diexport ke format jpg dahulu jika membuat dengan coreldraw, lalu dimasukan ke photosop. Tetapi jika sudah membuat di photosop tinggal lanjutkan langkah preview dengan cara mengecek actual pixel pada menu VIEW atau dengan menekan Ctrl+1 pada photosop. Disitu kita bisa melihat prakiraan hasil cetak gambar, jika terlihat baik maka hasil cetak pun akan baik, dan sebaliknya.

Demikian share kami tentang tips agar desain tidak pecah atau blur pada saat dicetak, semoga bermanfaat.




0 Komentar untuk "TIPS AGAR DESAIN TIDAK PECAH ATAU BLUR PADA SAAT DICETAK"

Back To Top